Gunung Laksana Awan
Jika ilmu pengetahuan modern pada awal abad ke-20 baru mengungkapkan adanya pergerakan gunung, Al Qur’an telah menginformasikannya 14 abad sebelumnya.
Gunung-gunung menurut ilmu pengetahuan modern ternyata tidak diam. Mereka bergerak dan terus bergerak. Pergerakan gunung-gunung itu di sebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berpijak. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pergerakan kerak bumi ini baru di temukan pada awal abad ke-20 sebagai hasil dari serangkaian penelitian geologi.
Menurut para ilmuwan, kerak dan bagian terluar magma dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagia atas lapisan-lapisan yang di sebut lempengan. Lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi dengan membawa serta benua dan dasar lautan. Setelah dilakukan pengukuran, ternyata pergerakan benua ini berkecepatan 1-5 cm per tahun.
Lempengan-lempengan tersebut terus menerus bergerak dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara luas wilayah daratan dan lautan di bumi. Setiap tahunnya, misal, Samudra Atlantik akan menjadi sedikit lebih lebar. Subhanallah!
Jika ilmu pengetahuan modern baru pada awal abad ke-20 mengungkapkan teori pergerakan gunung-gunung, sebaliknya Al Qur’an telah menginformasikannya 14 abad sebelumnya. Firman Allah : “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (An Naml 88).
Dalam ayat tersebut diatas, Allah menyatakan tentang pergerakan gunung sebagaimana pergerakan awan yang mengapung di angkasa. Sedangkan para ilmuwan kontemporer modern untuk pergerakan ini juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” . Subhanallah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.
RSS Feed
Posted in
Tags: 









