May 26 2009
AL QAHHAR (Sang Penakluk)
Al-Qahhar adalah satu di antara 99 nama Allah yang berarti menjinakkan atau menundukkan. Segala makhluk dijinakkan dan ditundukkan di bawah kekuasaan-Nya. Tiada satupun makhluk yang menentang-Nya keculai mereka akan dikalahkan dan dihinakan sekaligus.
Sesungguhnya, Allah telah mengalahkan semua makhluk ciptaan Nya termasuk manusia. Dialah yang menjadikan manusia menjerit ketika lapar, manjadikan lemah dan tak berdaya ketika mengantuk dan tidur. Dia pula yang memberi manusia sesuatu yang tidak diinginkan dan menghalangi yang di dambakan. Tak seorangpun yang bisa menolak ketika di beri sakit atau celaka. Sebaliknya, tak seorangpun yang bisa mendapatkan sesuatu yang di halangi Allah.
Kepada manusia yang biasa menyombongkan diri lewat ilmu dan teknologinya, Allah menantang, apakah mereka bisa menahan sebentar saja peredaran matahari? Apakah mereka juga bisa memperpanjang malam walau sedetik?. Orang yang beriman segera akan menyadari dan berkata : “Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnyatidak mampu mengatasinya.” (QS. AZ-Zukhruf: 12 dan 13)
Al-Qahhar merupakan nama dan sifat Allah yang tak patut seorangpun mengaku sebagai penakluk. Akan tetapi hal itu tidak menghalangi orang beriman untuk meneladaninya. Hal yang sering dilakukan manusia yang menimbulkan dampak kerusakan di muka bumi ini adalah akibat Hawa Nafsu yang tak terkendali. Untuk itu kita harus “Qaahiruun” menjadi penakluk dan penjinak “Hawa Nafsu” kita sendiri.
Dalam menaklukkan hawa nafsu, kita harus meneladani cara dan pendekatan Allah dalam menundukkan dan menjinakkan makhluknya. Ketika Allah menaklukkan manusia, Dia tidak mencabut kebebasannya apalgi mematikannya. Kecuali pada saat yang telah di tetapkan-Nya. Untuk itu, nafsu tidak boleh di matikan. Nafsu hanya boleh di arahkan dan di kendalikan.
Islam mengakui perlunya memenuhi tuntutan nafsu selama tidak mengantarkan manusia untuk menyimpang dari tujuan penciptaannya. Bagaimana mungkin manusia di cegah untuk memenuhi syahwat perutnya, sementara jasmani yang sehat dan kuat sangat di butuhkan untuk memikul tugas-tugas di jalan Allah?. Bagimana mungkin nafsu seksual di haramkan, sementara anak keturunan yang shaleh sangat di dambakan untuk melanjutkan generasi pengemban risalah Allah.
Lebih jauh lagi, Al-Qahhar jika dibumikan menjadi bahasa kepemimpinan, maka berarti kemampuan untuk mengarahkan orang lain pada kebaikan. Pemimpin yang baik adalah Navigator, tahu jalan yang lurus dan jalan yang harus di hindari. Untuk itu, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk menyatupadukan semua anak buahnya menjadi satu kekuatan yang memiliki visi, misi dan persepsi yang sama. Semoga kita bisa meneladaninya. Amin.