<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kolomonggo &#124; Web &#187; Religius</title>
	<atom:link href="http://kolomonggo.com/category/religius/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kolomonggo.com</link>
	<description>Mengulas Apa yang Dilihat, Didengar dan Dirasakan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 07:42:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kualitas Ibadah</title>
		<link>http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html</link>
		<comments>http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 13:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kolomonggo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomonggo.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Kualitas ibadah dan perbuatan baik seseorang juga sangat tergantung pada apa yang ada di hatinya. Sejauh yang saya amati selama ini, ada tiga paradigma orang dalam melakukan ibadah. Marilah kita coba kupas paradigma-paradigma tersebut
Paradigma 1 : Perasaan Takut
Orang yang menganut paradigma ini, dalam beribadah semata-mata supaya ia tidak masuk neraka. Inilah tingkatan paling rendah dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kualitas ibadah dan perbuatan baik seseorang juga sangat tergantung pada apa yang ada di hatinya. Sejauh yang saya amati selama ini, ada tiga paradigma orang dalam melakukan ibadah. Marilah kita coba kupas paradigma-paradigma tersebut</p>
<p>Paradigma 1 : Perasaan Takut<br />
Orang yang menganut paradigma ini, dalam beribadah semata-mata supaya ia tidak masuk neraka. Inilah tingkatan paling rendah dalam beribadah. Agama sendiri sering di sosialisasikan dengan menggunakan pendekatan ini. Orang-orang yang tidak menjalankan kewajiban agama, di ancam akan di hukum masuk neraka. Coba amati apa yang terjadi dengan diri kita sendiri. Bukankah banyak di antara perbuatan kita yang –setelah di renungkan dalam-dalam – bersumber dari rasa takut?. Kita tidak datang terlambat karena takut dimarahi atasan atau tidak korupsi karena takut ketahuan.</p>
<p>Paradigma 2 : Perhitungan Untung Rugi<br />
Alasan kedua mengapa orang melakukan ibadah adalah keinginan untuk menerima reward yaitu masuk surga. Orang yang menganut paradigma untung rugi ini, seringkali berperilaku layaknya seorang pedagang. Dalam beribadah ia sangat concern pada pahala yang akan ia terima. Bahkan mungkin ia akan menghitung –hitung pahalanya terlebih dahulu. Ia memilih shalat berjamaah karena ganjarannya mencapai 27 kali. Ia beribadah lebih banyak di bulan Ramadhan karena pahala yang di dapat berlipat ganda (70 kali bahkan 700 kali). Ia “begadang” di 10 malam terakhir Ramadhan untuk mendapatkan “Lailatul Qadar” yang lebih baik dari 1000 bulan.<br />
Orang yang beribadah karena mengharap ganjaran ini menurut saya telah kehilangan makna ibadah itu sendiri. Beribadah sesungguhnya adalah untuk kebaikan kita, karena Allah sama sekali tidak di untungkan apakah  kita beribadah atau tidak. Mengapa kita bermain untung rugi dengan Allah? Bukankah dalam memberikan nikmat-Nya Allah tidak pernah memperhitungkan apakah kita percaya atau tidak?.</p>
<p>Paradigma 3 : Perasaan Cinta<br />
Bagi saya inilah paradigma tertinggi dalam beribadah. Orang yang menganut paradigma ini tidaklah terlalu peduli dengan ganjaran yang akan di terima. Bagi mereka, kenikmatan utama justru di dapatkan dari melakukan perbuatan itu sendiri.<br />
Mengerjakan sholat bukanlah karena takut masuk neraka atau ingin mendapatkan surga. Akan tetapi mengerjakan sholat karena sholat itu mendatangkan kenikmatan yang luar biasa besar. Sholat adalah sebuah kegiatan yang sungguh menyegarkan. Dengan sholat kita bisa memulihkan energy dan akan mengingatkan kita “kemana kita akan pergi?”.<br />
Namun yang lebih dari itu semua adalah kenikmatan tertinggi yang kita rasakan saat kita “berjumpa” dan berdialog dengan-Nya. Sholat merupakan perlambang dari pertemuan dengan kekasih kita Allah SWT. Dalam pertemuan semacam itu perhitungan untung rugi menjadi tidak penting. Inilah yang di sebut cinta. Dalam cinta, orang tidak memperhitungkan apakah yang akan ia berikan seimbang dengan apa yang akan di terima. Bahkan dalam cinta, memberi mengandung kenikmatan yang luar biasa.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html" title="kualitas ibadah">kualitas ibadah</a> (8)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html" title="kualitas ibadah shalat">kualitas ibadah shalat</a> (8)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html" title="kualitas ibadah seseorang">kualitas ibadah seseorang</a> (4)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html" title="nama lain boraks">nama lain boraks</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html" title="nama lain dari borax">nama lain dari borax</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html" title="pedagang dalam beribadah">pedagang dalam beribadah</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html" title="penjelasan tentang ibadah karena takut masuk neraka dan ingin masuk surga">penjelasan tentang ibadah karena takut masuk neraka dan ingin masuk surga</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html" title="sarat 2 apa yang akan masuk surga">sarat 2 apa yang akan masuk surga</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html" title="sayuran matang yg tdk tahan lama">sayuran matang yg tdk tahan lama</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html" title="tema kolomonggo">tema kolomonggo</a> (1)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 5.936 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomonggo.com/religius/kualitas-ibadah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmu Pengetahuan Modern Mengungkap Kebenaran Al  Qur’an</title>
		<link>http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html</link>
		<comments>http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 06:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kolomonggo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Laksana Awan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomonggo.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Gunung Bergerak Laksana Awan

Jika ilmu pengetahuan modern pada awal abad ke-20 baru mengungkapkan adanya pergerakan gunung, Al Qur’an telah menginformasikannya 14 abad sebelumnya.
Gunung-gunung menurut ilmu pengetahuan modern ternyata tidak diam. Mereka bergerak dan terus bergerak. Pergerakan gunung-gunung itu di sebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berpijak. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_60" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://kolomonggo.com/wp-content/uploads/2009/06/gunung.jpeg" target="_blank"><img class="size-full wp-image-60  " title="gunung" src="http://kolomonggo.com/wp-content/uploads/2009/06/gunung.jpeg" alt="gunung.picture" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">gunung-bergerak-laksana-awan</p></div>
<p><strong>Gunung Bergerak Laksana Awan<br />
</strong><br />
Jika ilmu pengetahuan modern pada awal abad ke-20 baru mengungkapkan adanya pergerakan gunung, Al Qur’an telah menginformasikannya 14 abad sebelumnya.</p>
<p>Gunung-gunung menurut ilmu pengetahuan modern ternyata tidak diam. Mereka bergerak dan terus bergerak. Pergerakan gunung-gunung itu di sebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berpijak. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pergerakan kerak bumi ini baru di temukan pada awal abad ke-20 sebagai hasil dari serangkaian penelitian geologi.</p>
<p>Menurut para ilmuwan, kerak dan bagian terluar magma dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagia atas lapisan-lapisan yang di sebut lempengan. Lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi dengan membawa serta benua dan dasar lautan. Setelah dilakukan pengukuran, ternyata pergerakan benua ini berkecepatan 1-5 cm per tahun.</p>
<p>Lempengan-lempengan tersebut terus menerus bergerak dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara luas wilayah daratan dan lautan di bumi. Setiap tahunnya, misal, Samudra Atlantik akan menjadi sedikit lebih lebar. Subhanallah!</p>
<p>Jika ilmu pengetahuan modern baru pada awal abad ke-20 mengungkapkan teori pergerakan gunung-gunung, sebaliknya<span> </span>Al<span> </span>Qur’an telah menginformasikannya 14 abad sebelumnya. Firman Allah : “<em>Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu</em>; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (An Naml 88).</p>
<p>Dalam ayat tersebut diatas, Allah menyatakan tentang pergerakan gunung sebagaimana pergerakan awan yang mengapung di angkasa. Sedangkan para ilmuwan kontemporer modern untuk pergerakan ini juga menggunakan istilah “<em>continental drift</em>” atau “<em>gerakan mengapung dari benua</em>” . Subhanallah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html" title="kebenaran alquran tentang ilmu pengetahuan">kebenaran alquran tentang ilmu pengetahuan</a> (5)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html" title="apakah gunung bergerak menurut sains">apakah gunung bergerak menurut sains</a> (3)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html" title="tentang gunung yang bergerak laksana awan">tentang gunung yang bergerak laksana awan</a> (3)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html" title="kebenaran alquran dengan ilmu pengetahuan">kebenaran alquran dengan ilmu pengetahuan</a> (2)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html" title="kebenaran ilmu pengetahuan">kebenaran ilmu pengetahuan</a> (2)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html" title="kebenaran Al-quran menurut sains">kebenaran Al-quran menurut sains</a> (2)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html" title="kebenaran quran ilmu pengetahuan">kebenaran quran ilmu pengetahuan</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html" title="Kebenaran quran tentang pergerakan gunung">Kebenaran quran tentang pergerakan gunung</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html" title="mengapa awan mengapung di atas gunung">mengapa awan mengapung di atas gunung</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html" title="menyingkap kebenaran ilmu pengetahuan">menyingkap kebenaran ilmu pengetahuan</a> (1)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.027 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomonggo.com/religius/ilmu-pengetahuan-modern-mengungkap-kebenaran-al-qur%e2%80%99an.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AL  QAHHAR (Sang Penakluk)</title>
		<link>http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html</link>
		<comments>http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 10:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kolomonggo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Penakluk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomonggo.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qahhar adalah satu di antara 99 nama Allah yang berarti menjinakkan atau menundukkan. Segala makhluk dijinakkan dan ditundukkan di bawah kekuasaan-Nya. Tiada satupun makhluk yang menentang-Nya keculai mereka akan dikalahkan dan dihinakan sekaligus.
Sesungguhnya, Allah telah mengalahkan semua makhluk ciptaan Nya termasuk manusia. Dialah yang menjadikan manusia menjerit ketika lapar, manjadikan lemah dan tak berdaya ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-12" title="bumiditangan" src="http://kolomonggo.com/wp-content/uploads/2009/06/bumiditangan1.jpg" alt="bumiditangan" width="150" height="150" />Al-Qahhar adalah satu di antara 99 nama Allah yang berarti menjinakkan atau menundukkan. Segala makhluk dijinakkan dan ditundukkan di bawah kekuasaan-Nya. Tiada satupun makhluk yang menentang-Nya keculai mereka akan dikalahkan dan dihinakan sekaligus.</p>
<p>Sesungguhnya, Allah telah mengalahkan semua makhluk ciptaan Nya termasuk manusia. Dialah yang menjadikan manusia menjerit ketika lapar, manjadikan lemah dan tak berdaya ketika mengantuk dan tidur. Dia pula yang memberi manusia sesuatu yang tidak diinginkan dan menghalangi yang di dambakan. Tak seorangpun yang bisa menolak ketika di beri sakit atau celaka. Sebaliknya, tak seorangpun yang bisa mendapatkan sesuatu yang di halangi Allah.</p>
<p>Kepada manusia yang biasa menyombongkan diri lewat ilmu dan teknologinya, Allah menantang, apakah mereka bisa menahan sebentar saja peredaran matahari? Apakah mereka juga bisa memperpanjang malam walau sedetik?. Orang yang beriman segera akan menyadari dan berkata : “<em>Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnyatidak mampu mengatasinya</em>.” (QS. AZ-Zukhruf: 12 dan 13)</p>
<p>Al-Qahhar merupakan nama dan sifat Allah yang tak patut seorangpun mengaku sebagai penakluk. Akan tetapi hal itu tidak menghalangi orang beriman untuk meneladaninya. Hal yang sering dilakukan manusia yang menimbulkan dampak kerusakan di muka bumi ini adalah akibat Hawa Nafsu yang tak terkendali. Untuk itu kita harus “<em>Qaahiruun</em>” menjadi penakluk dan penjinak “<strong>Hawa Nafsu</strong>” kita sendiri.</p>
<p>Dalam menaklukkan hawa nafsu, kita harus meneladani cara dan pendekatan Allah dalam menundukkan dan menjinakkan makhluknya. Ketika Allah menaklukkan manusia, Dia tidak mencabut kebebasannya apalgi mematikannya. Kecuali pada saat yang telah di tetapkan-Nya. Untuk itu, nafsu tidak boleh di matikan. Nafsu hanya boleh di arahkan dan di kendalikan.</p>
<p>Islam mengakui perlunya memenuhi tuntutan nafsu selama tidak mengantarkan manusia untuk menyimpang dari tujuan penciptaannya. Bagaimana mungkin manusia di cegah untuk memenuhi syahwat perutnya, sementara jasmani yang sehat dan kuat sangat di butuhkan untuk memikul tugas-tugas di jalan Allah?. Bagimana mungkin nafsu seksual di haramkan, sementara anak keturunan yang shaleh sangat di dambakan untuk melanjutkan generasi pengemban risalah Allah.</p>
<p>Lebih jauh lagi, Al-Qahhar jika dibumikan menjadi bahasa kepemimpinan, maka berarti kemampuan untuk mengarahkan orang lain pada kebaikan. Pemimpin yang baik adalah Navigator, tahu jalan yang lurus dan jalan yang harus di hindari. Untuk itu, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk menyatupadukan semua anak buahnya menjadi satu kekuatan yang memiliki visi, misi dan persepsi yang sama. <strong>Semoga kita bisa meneladaninya. Amin</strong>.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html" title="ilmu penakluk mahluk">ilmu penakluk mahluk</a> (3)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html" title="Allah sang penakluk">Allah sang penakluk</a> (3)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html" title="al qahhar">al qahhar</a> (2)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html" title="rahasia ilmu penakluk">rahasia ilmu penakluk</a> (2)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html" title="Ilmu penakluk orang">Ilmu penakluk orang</a> (2)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html" title="Ilmu penakluk">Ilmu penakluk</a> (2)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html" title="ilmu al qohhar">ilmu al qohhar</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html" title="sifat tuhan al-qahhar">sifat tuhan al-qahhar</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html" title="rahasia menundukkan menaklukkan manusia">rahasia menundukkan menaklukkan manusia</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html" title="al Qahhar makna">al Qahhar makna</a> (1)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 12.384 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomonggo.com/religius/al-qahhar-sang-penakluk.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
