<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kolomonggo &#124; Web &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://kolomonggo.com/category/opini.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kolomonggo.com</link>
	<description>Mengulas Apa yang Dilihat, Didengar dan Dirasakan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 07:42:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Prinsip Stop Dreaming Start Action</title>
		<link>http://kolomonggo.com/opini/prinsip-stop-dreaming-start-action.html</link>
		<comments>http://kolomonggo.com/opini/prinsip-stop-dreaming-start-action.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kolomonggo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[start action]]></category>
		<category><![CDATA[stop dreaming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomonggo.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Sekali lagi perlu di tanamkan pentingnya prinsip stop dreaming start action dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengapa hal ini perlu saya ulas kembali karena mengingatkan pada pengalaman sejarah bangsa kita untuk berani melepaskan diri dari belenggu penjajahan. (bukannya sok jadi sejarawan loh ya). Sekedar mengikuti saran kawan kita Mas Joko Susilo bahwa blogging bisa sebagai obat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekali lagi perlu di tanamkan pentingnya prinsip <strong>stop dreaming start action</strong> dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengapa hal ini perlu saya ulas kembali karena mengingatkan pada pengalaman sejarah bangsa kita untuk berani melepaskan diri dari belenggu penjajahan. (bukannya sok jadi sejarawan loh ya). Sekedar mengikuti saran kawan kita Mas <a target="_blank" href="http://www.jokosusilo.com/2009/07/09/blogging-sebagai-obat-mengatasi-stres/" target="_blank">Joko Susilo</a> bahwa blogging bisa sebagai obat stres.</p>
<p>Seperti kita tahu bahwa bangsa kita dijajah selama 350 tahun (rekor bo!). Dan selama masa penjajahan saya yakin pasti banyak anak bangsa yang mempunyai impian untuk merasakan bagaimana seandainya kalau bangsa ini merdeka ya??   but just dreaming aja karena belon tahu caranya bagaimana untuk bisa menggapai ataupun mewujudkan impian.</p>
<p>Sampai suatu ketika muncul pemikiran apabila ingin merdeka akan lebih mudah dicapai kalau bangsa ini bersatu terlebih dahulu. Dalam arti keinginan untuk merdeka di kumandangkan ke seluruh Indonesia dari Sumatera sampai Irian Jaya (kalau gak salah gitulah awalnya!)</p>
<p>Nah, Keinginan untuk bersatu dan merdeka inilah mulai terbukti bahwa anak bangsa telah stop dreaming start action agar bisa mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Di awali dari bertemunya para pemuda perwakilan dari beberapa pulau (jong celebes, jong java, dll) kemudian membuat dan merumuskan visi maupun misi agar dapat dipakai untuk mempersatukan aneka budaya maupun suku yang ada di seluruh Indonesia.</p>
<p>Start Action sebetulnya mulai tampak dengan munculnya perang frontal melawan penjajah di beberapa tempat. Mulai dari Sumatera, Jawa  sampai Maluku. Akan tetapi kurang berhasil karena waktunya tidak bersamaan dan demi kepentingan sendiri-sendiri.</p>
<p>Dengan berkali-kali pertemuan untuk mencari moment yang tepat serta di barengi dengan adanya perang frontal secara hampir bersamaan di seluruh negeri, maka mulai tampak membuahkan hasil apa yang di impikan oleh seluruh anak bangsa yaitu tanda-tanda menuju kemerdekaan semakin dekat.</p>
<p>Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 di proklamasikan ke seluruh dunia bahwa Indonesia telah Merdeka.</p>
<p>Merdeka!! Merdeka!! Merdeka!!</p>
<p>Demikianlah kira-kira  teriakan  para pelaku sejarah bangsa Indonesia tercinta dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Dari cerita di atas dapat kita lihat pengaruh prinsip stop dreaming start action amat sangat besar dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sayangnya untuk merdeka  kita membutuhkan waktu 350 tahun untuk berani start action.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomonggo.com/opini/prinsip-stop-dreaming-start-action.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merenungkan Makna Kepemilikan VS Stop Dreaming Start Action</title>
		<link>http://kolomonggo.com/opini/merenungkan-makna-kepemilikan.html</link>
		<comments>http://kolomonggo.com/opini/merenungkan-makna-kepemilikan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 14:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kolomonggo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[start action]]></category>
		<category><![CDATA[stop dreaming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomonggo.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Pemahaman arti pentingnya  Stop Dreaming Start Action bagi kehidupan melalui analogi cerita pengalaman masa kecil di kampung.

Sewaktu kecil, guru saya sering mendongeng tentang kehebatan Nabi Sulaiman yang mampu berbicara dengan hewan dan tumbuhan. Setiap Nabi Sulaiman masuk kebun, tutur pak guru, pepohonan pada mengucapkan salam dan memperkenalkan diri. “Nabi Sulaiman, saya pohon apel. Lihat di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemahaman arti pentingnya  <strong>Stop Dreaming Start Action </strong>bagi kehidupan melalui analogi cerita pengalaman masa kecil di kampung.<strong><br />
</strong></p>
<p>Sewaktu kecil, guru saya sering mendongeng tentang kehebatan Nabi Sulaiman yang mampu berbicara dengan hewan dan tumbuhan. Setiap Nabi Sulaiman masuk kebun, tutur pak guru, pepohonan pada mengucapkan salam dan memperkenalkan diri. “Nabi Sulaiman, saya pohon apel. Lihat di tubuhku bergelantungan buah apel yang manis-manis. Saya sangat gembira kalau Nabi Sulaiman sudi memetik dan memakannya, atau di bagikan kepada teman dan keluarga. Aku di ciptakan Allah untuk melayani manusia”. Demikian kata pohon apel. Begitu juga dengan pohon-pohon yang lain.</p>
<p>Cerita tadi begitu membekas di hati saya. Bahwa manusia merupakan puncak ciptaan Allah. Dan alam semesta ini di tundukkan untuknya sehingga manusia di beri gelar khalifatullah atau mandataris Allah di muka bumi. Hanya saja perlu di ingat, bahwa sebagai seorang mandataris harus sejalan dengan yang member mandate. Tidak boleh menghianati, tidak boleh keluar dari pedoman pokok yang di gariskan oleh Allah.</p>
<p>Pepohonan tadi merasa dirinya berharga dan telah melaksanakan tugas dengan baik justru di saat bisa memberikan prestasi puncaknya pada orang lain. Sikap dan orientasi member serta melayani (giving and serving oriented) merupakan sumber kebahagiaan dan puncak prestasi kehidupan. Begitu juga dengan kehidupan manusia. Orang tua merasa sukses ketika bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.</p>
<p>Kehidupan manusia seharusnya meniru kehidupan dunia tumbuh-tumbuhan. Bahwa sesungguhnya apapun yang kita miliki belum punya makna kalau belum mendatangkan manfaat bagi orang lain untuk sama-sama menegakkan kalimah Allah.</p>
<p>Seperti kita ketahui bahwa dengan semakin majunya jaman, terjadi pergeseran norma-norma dalam masyarakat. Dimana sering kita dengar selama ini apabila kita melakukan sesuatu harus berdasarkan win win solution ataupun berdasarkan take and give. Akan tetapi kondisi sekarang menuntut lebih dari itu. Kita harus memberi apa yang kita bisa atau apa yang kita punya terlebih dahulu baru berharap menuai kebaikan yang pernah kita lakukan. Seperti yang di lakukan oleh pohon apel di atas. Artinya, kita harus <strong>Stop Dreaming</strong> mengharapkan durian runtuh atau belas kasihan orang lain ataupun bergantung kepada nasib. Akan tetapi kita harus segera <strong>Start Action</strong> untuk berkarya. Prinsip <strong>Stop Dreaming Strat Action</strong> harus di tanamkan mulai sekarang agar  dapat  mencapai apa yang kita inginkan. Lebih baik melangkah walaupun setahap demi satahap dari pada tidak melangkah sama sekali.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, suatu hari ada seorang Ayah bertanya pada anaknya. “Kalau di tangan saya ada uang<span> </span>Rp.10 ribu, lalu saya sedekahkan Rp.4 ribu, berapa sisa uang Ayah?”. Anaknya menjawab, “Masih Rp. 6 ribu,” kata anaknya.<span> </span>“Salah” sahut sang Ayah. Yang benar uang Ayah masih Rp. 4 ribu, karena apa yang saya sedekahkan itulah yang sudah pasti tercatat sebagai amal shaleh. Sedangkan sisanya masih belum pasti. Demikianlah, dialog diatas memberikan pelajaran sangat berharga. Bahwa apa yang kita miliki adalah apa yang sudah kita belanjakan di jalan kebaikan. Bukannya apa atau berapa yang kita simpan.</p>
<p>Dari ilustrasi di atas makin jelas pentingnya <strong>Stop Dreaming Start Action</strong>. Jangan cuma bermimpi untuk mendapatkan nikmat dari Allah tanpa kita melakukan kebaikan. Nah, Tentukan Target Anda Sekarang seperti yang di ulas dalam artikel kawan kita <strong><a target="_blank" href="http://www.jokosusilo.com/2008/01/17/tentukan-target-anda-sekarang/" target="_blank">Joko Susilo</a></strong> yang sudah terbukti menuai hasil dari apa yang sudah di berikan untuk orang lain.</p>
<p>Rasullullah mengajarkan agar seseorang ketika meninggal hendaknya mewariskan :</p>
<ul>
<li> Ilmu yang bermanfaat bagi kemanusiaan.</li>
</ul>
<ul>
<li> Harta kekayaan yang di belanjakan untuk kesejahteraan umat.</li>
</ul>
<ul>
<li> Anak yang shaleh.</li>
</ul>
<p>Ketiga warisan itulah yang membuat seseorang kaya, sekalipun orang tersebut sudah meninggal. Kaya disini artinya produktivitas dan kemakmuran yang tetap memberikan pahala atau deviden kebajikan sekalipun seseorang telah dinyatakan almarhum.</p>
<p>Sekali lagi tanamkan prinsip <strong>Stop Dreaming Start Action</strong> mulai dari sekarang.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://kolomonggo.com/opini/merenungkan-makna-kepemilikan.html" title="kalimah nabisulaiman">kalimah nabisulaiman</a> (1)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/opini/merenungkan-makna-kepemilikan.html" title="makna kepemilikan">makna kepemilikan</a> (1)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.225 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomonggo.com/opini/merenungkan-makna-kepemilikan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stop Dreaming Start Action</title>
		<link>http://kolomonggo.com/opini/stop-dreaming-start-action.html</link>
		<comments>http://kolomonggo.com/opini/stop-dreaming-start-action.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 17:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kolomonggo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomonggo.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin mencoba memberanikan diri untuk mengupas makna Stop Dreaming Start Action dalam konteks ibadah. Agar dapat selalu memacu diri saya sendiri untuk menjadi lebih baik dan dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita di hadapkan dengan berbagai macam permasalahan dan keinginan yang tidak semuanya dapat segera di selesaikan. Ada kalanya permasalahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saya ingin mencoba memberanikan diri untuk mengupas makna <a href="http://kolomonggo.com" target="_blank"><strong><em><span style="text-decoration: underline;">Stop Dreaming Start Action</span></em></strong></a> dalam konteks ibadah. Agar dapat selalu memacu diri saya sendiri untuk menjadi lebih baik dan dapat bermanfaat bagi para pembaca.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita di hadapkan dengan berbagai macam permasalahan dan keinginan yang tidak semuanya dapat segera di selesaikan.<span> </span>Ada kalanya permasalahan ataupun keinginan yang muncul membutuhkan perencanaan yang matang untuk penyelesaian jangka panjang. Ada juga yang rasanya kita<span> </span>sendiri merasa tidak mampu untuk menyelesaikan atau merealisasikan dan membutuhkan bantuan orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semua permasalahan yang muncul sebetulnya pasti ada jalan keluarnya. Tinggal seberapa cepat dan seberapa sabar kita mampu menyelesaikan masalah yang ada. Artinya permasalahan yang kita hadapi tidak boleh membuat kita putus asa, sebaliknya jadikanlah masalah tersebut sebagai tantangan agar kita selalu termotivasi untuk segera menyelesaikannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Begitu juga dengan keinginan kita. Untuk merealisasikan apa yang kita inginkan, kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh dan tidak kenal putus asa. Memang pada awalnya kadang keinginan muncul hanya sekedar angan-angan atau <strong><em>Dreaming</em></strong> saja. Akan tetapi kalau kita tidak ada <strong><em>Action</em></strong>, maka angan-angan akan tetap menjadi angan-angan tanpa bisa menjadi kenyataan. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tanpa mendahului kehandak Yang Maha Kuasa, apapun yang kita inginkan tidak akan bisa terwujud tanpa seijin Nya. <strong><em>(Manusia wajib berusaha akan tetapi Allah yang Menentukan)</em></strong>. Menyimak kata-kata tersebut artinya kita wajib berusaha <span> </span>atau melakukan <strong><em>Action</em></strong> tidak hanya <strong><em>Dreaming</em></strong> tanpa lupa untuk berdoa agar apa yang kita inginkan dapat terwujud.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Nah, sekarang yang harus kita tanamkan dalam diri kita adalah <strong><em><a href="http://kolomonggo.com" target="_blank"><span style="text-decoration: underline;">Stop Dreaming Start Action</span></a>. </em></strong>Mengapa saya katakan demikian, karena itulah realita yang harus di jalankan apabila kita ingin sukses dalam segala hal. Buang jauh-jauh sifat malas apalagi hanya menunggu datangnya keajaiban.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Memang semua usaha tidak selalu langsung membuahkan hasil seperti yang kita inginkan, akan tetapi kita harus positif thinking dalam menghadapi kegagalan. Jadikanlah kegagalan sebagai suatu pengalaman untuk menuju keberhasilan. Sepertinya hal ini mudah di ucapkan akan tetapi sulit untuk di laksanakan. Karena secara psikologis orang cenderung down mentalnya saat menghadapi kegagalan. Apalagi kegagalan ini datang pada kondisi kita merasa sudah all out mencurahkan segala kemampuan. Akan semakin terasa berat kita menerima kegagalan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Oleh karena itu prinsip <a target="_blank" href="http://kolomonggo.com" target="_blank"><strong><em><span style="text-decoration: underline;">Stop Dreaming Start Action</span></em></strong></a> perlu kita pegang teguh untuk menetapkan hati kita agar tetap semangat saat menerima kegagalan. Perlu anda ketahui bahwa keberhasilan tidak selalu di ukur dengan parameter finansial. Karena dalam salah satu artikel yang di tulis oleh<span> </span><a href="http://www.jokosusilo.com/2008/01/20/di-saat-uang-sudah-bukan-segalanya-lagi/" target="_blank"><strong><em><span style="text-decoration: underline;">Joko Susilo</span></em></strong></a> di bahas tentang “Di saat uang sudah bukan segalanya lagi”. Memang uang bukan segalanya, ada banyak hal untuk<span> </span>mengukur sebuah keberhasilan. Salah satunya adalah kebahagian. Ya, kebahagian adalah sebuah nilai yang tidak dapat di ukur dengan uang. Banyak sudah kita membaca atau mendengar cerita, ada seseorang dengan harta yang berlimpah akan tetapi masih mencari arti sebuah kebahagiaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kesimpulan dari semua ini adalah kita harus <a href="http://kolomonggo.com" target="_blank"><strong><em>Stop Dreaming Start Action</em></strong></a> agar segala permasalahan yang kita hadapi dapat terselesaikan dan keinginan kita dapat segera terwujud. Dan jangan lupa, kita sebagai orang yang beriman untuk selalu berdoa kepada Allah.<span> </span>Karena telah disebutkan dalam firman Allah “<strong>Tidak akan mungkin sehelai daun kering jatuh di malam hari tanpa seijinKU, dan tidak akan mungkin sebutir debu beterbangan di siang hari tanpa seijinKU</strong>”.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://kolomonggo.com/opini/stop-dreaming-start-action.html" title="menunggu keajaiban tanpa berdoa dan berusaha artinya adalah">menunggu keajaiban tanpa berdoa dan berusaha artinya adalah</a> (2)</li><li><a href="http://kolomonggo.com/opini/stop-dreaming-start-action.html" title="Menunggu keajaiban agar kebahagiaan itu bisa segera terwujud">Menunggu keajaiban agar kebahagiaan itu bisa segera terwujud</a> (1)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 8.884 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomonggo.com/opini/stop-dreaming-start-action.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
