Oct 25 2009

Bagi yang Suka Masakan Padang and Pecel perlu waspada nih

Published by Iwan Bagus under Kesehatan

Sungguh menggiurkan bilamana melihat sajian sayur singkong hijau dengan paduan kuah kari dan sambal hijau dalam seporsi nasi Padang saat rehat makan siang. Selain sedap, kata mama, sayur juga mengandung vitamin dan mineral yang melimpah. Keduanya sangat dibutuhkan guna memperlancar metabolisme tubuh kita, imbuh guru Biologi kita dahulu.
Semuanya memang tidak salah. Akan tetapi, bila sayur yang katanya sarat zat-zat yang esensial bagi tubuh itu terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya, apa yang terjadi? Bukan sehat yang didapat, malah sebaliknya, penyakit menyerang, atau mungkin pada gilirannya nanti,l kematian menjemput. Tentu kita semua tidak mau, kan? Maka dari itu kita semua harus mulai berhati-hati.

Bleng atau Borax

Setelah ditemukannya daging ayam dan sapi yang mengandung Borax beberapa waktu lalu,   ternyata, menurut penelusuran tim Benang Merah, Global TV, sayuran hijau, kini juga telah turut dijamah bahan kimia berbahaya ini. Guna menyamarkan identitas aslinya, Borax dilepas ke pasaran dengan label bleng (baca dengan lafal e sama dengan yang ada pada kata Bleng alias Borax ini umumnya digunakan untuk mempercepat empuknya sayur mayur yang dimasak sekaligus memberikan aroma sedap, serta mempertahankan warna hijau dari sayur lebih lama. Konsumer utama Borax ini, berdasarkan penulusuran dan wawancara yang dilakukan oleh tim Benang Merah, ialah para pengelola rumah makan Padang.

Tidak ada rumah makan Padang yang tidak menggunakan bleng,¡± aku salah seorang pemilik rumah makan Padang yang disamarkan identitasnya. Daun singkong dalam menu masakan Padang sifatnya wajib ada. Namun, setelah dimasak, rupanya daun singkong ini cepat berubah warna menjadi kehitaman.

Sebab itu, bleng menjadi solusi ampuh mengatasi masalah sayur singkong yang cepat menghitam ini. Menurut mereka, saat memakai bleng, daun singkong lebih cepat masak, juga tahan lebih lama.Masalahnya, mereka, para pedagang dan pemilik rumah makan ini, tidak tahu menahu bahwa bleng adalah nama lain Borax.
Mereka menganggap, dengan nama yang tidak identik, maka kandungannya pun jauh berbeda. Padahal, bleng merupakan cap yang tak lain hanya nama lain dari Borax. Di samping itu, sosialisasi yang dilakukan Badan POM masih amat minim. Akibatnya bleng a.k.a Borax ini masih bisa beredar bebas di pasaran tanpa ada inspeksi maupun penanganan lebih lanjut.

Bahayanya?

Bleng atau Borax, merujuk pada pernyataan Ilyani S. Andang, seorang peneliti YLKI, sudah tidak diperkenankan, bahkan dilarang, digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Zat ini diduga mempunyai sifat racun.

Efek Borax memang tidak tampak secara instan, melainkan akumulatif. Pada fase awal, Borax dapat menimbulkan gangguan pencernaan, pusing, atau mual. Namun, bila sudah mencapai tahapan akut, Borax dapat memicu kanker, juga bahkan kematian, tuturnya saat diwawancarai tim Benang Merah.

Wikipedia pun melansir data yang serupa. Disebutkan, kendati Borax bukan benar-benar  racun, bukan berarti penggunaannya, juga termasuk di dalamnya, konsumsi, aman. Dalam  terpaan sederhana, Borax mampu menimbulkan iritasi kulit dan pernafasan. Konsumsi Borax juga mampu memicu rasa mual, muntah-muntah, sakit perut akut, dan diarrhea (mencret).

Pada konsumsi lanjut, seseorang bisa terkena respiratory depression (chan-gangguan pernapasan berat), erythematous, juga gagal ginjal.Karena itulah, masyarakat perlu berhati-hati. Apalagi mendeteksi keberadaan Borax di sayur agak susah. Selain itu, masyarakat umum masih berpikir, sayur yang masih hijau setelah dimasak ialah sayur yang kandungan vitamin dan mineralnya masih banyak, tidak hilang bersama air rebusan atau sebagainya. Tetapi, pada kenyataannya tidak selalu begitu. Maka dari itu, mulai sekarang kita harus mulai waspada!

Tak hanya masakan Padang

Temuan penggunaan Borax pada pengolahan sayur ternyata tidak hanya ada di rumah makan Padang. Penjual sayur pecel keliling, juga mengaku menggunakan bleng alias Borax ini  sebagai bahan tambahan saat masak.

Saya pakai bleng saat merebus kecambah, kacang panjang, kangkung, bayam, juga sayur lain yang menjadi bahan dasar pecel.¡± Begitu ungkap salah seorang wanita penjual pecel keliling di Jakarta.

Alasannya memakai bleng serupa dengan yang diutarakan pemilik rumah makan Padang di atas. Akunya, sayur yang direbus lebih cepat matang dan tahan lebih lama dibanding tanpa menggunakan bleng. Yang lebih menariknya menggunakan bleng adalah karena harganya murah dan tersedia banyak di pasaran.

Selamatkan kami yang tidak tahu!

Melihat kenyataan tersebut, kita patut bersedih. Pasalnya, kita tahu semua, Indonesia memiliki Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) yang bertugas mengawasi obat-obatan serta makanan yang beredar luas di Indonesia. Akan tetapi, sepertinya, untuk kasus di atas, peranan badan ini tak begitu kentara.

Badan POM kelihatannya tidak akan bertindak sampai kasus ini diangkat media dan menjadi bahan pembicaraan khalayak ramai. Baru, jika sampai tahap ini, Badan POM mulai beraksi.  Seharusnya, sebagai badan yang diberi kewenangan untuk menjaga serta mengawasi obat dan makanan di Indonesia, Badan POM lebih proaktif. Bukan hanya menunggu sampai ada yang meninggal, lalu masuk berita televisi, baru mereka mau bergerak. Inspeksi plus sosialisasi harus lebih gencar dilakukan Badan ini, supaya tak ada lagi bahan kimia berbahaya yang beredar dan menghantui masyarakat Indonesia dengan rasa was-was pada setiap makanan yang mereka makan sehari-hari.

Bila memang Badan POM masih belum bisa proaktif, media, sebagai pihak yang punya kuasa mengatur agenda publik, hendaknya terus memuat reportase-reportase maupun kasus berkenaan dengan penggunaan Borax dalam makanan. Selain agar masyarakat tahu dan awas,  Badan POM juga diharapkan tersentil menyaksikan berbagai berita yang ditayangkan media.  Ini semua demi menyelamatkan konsumen, yang tak lain ialah seluruh bangsa Indonesia
sendiri.

Di samping dua hal tersebut, secara lebih ilmiah, Borax dapat diganti dengan STPP, karena selain aman, STPP juga berizin sebagai bahan tambahan makanan di Indonesia.

Incoming search terms for the article:

No responses yet

Sep 14 2009

Kualitas Ibadah

Published by Kolomonggo under Religius

Kualitas ibadah dan perbuatan baik seseorang juga sangat tergantung pada apa yang ada di hatinya. Sejauh yang saya amati selama ini, ada tiga paradigma orang dalam melakukan ibadah. Marilah kita coba kupas paradigma-paradigma tersebut

Paradigma 1 : Perasaan Takut
Orang yang menganut paradigma ini, dalam beribadah semata-mata supaya ia tidak masuk neraka. Inilah tingkatan paling rendah dalam beribadah. Agama sendiri sering di sosialisasikan dengan menggunakan pendekatan ini. Orang-orang yang tidak menjalankan kewajiban agama, di ancam akan di hukum masuk neraka. Coba amati apa yang terjadi dengan diri kita sendiri. Bukankah banyak di antara perbuatan kita yang –setelah di renungkan dalam-dalam – bersumber dari rasa takut?. Kita tidak datang terlambat karena takut dimarahi atasan atau tidak korupsi karena takut ketahuan.

Paradigma 2 : Perhitungan Untung Rugi
Alasan kedua mengapa orang melakukan ibadah adalah keinginan untuk menerima reward yaitu masuk surga. Orang yang menganut paradigma untung rugi ini, seringkali berperilaku layaknya seorang pedagang. Dalam beribadah ia sangat concern pada pahala yang akan ia terima. Bahkan mungkin ia akan menghitung –hitung pahalanya terlebih dahulu. Ia memilih shalat berjamaah karena ganjarannya mencapai 27 kali. Ia beribadah lebih banyak di bulan Ramadhan karena pahala yang di dapat berlipat ganda (70 kali bahkan 700 kali). Ia “begadang” di 10 malam terakhir Ramadhan untuk mendapatkan “Lailatul Qadar” yang lebih baik dari 1000 bulan.
Orang yang beribadah karena mengharap ganjaran ini menurut saya telah kehilangan makna ibadah itu sendiri. Beribadah sesungguhnya adalah untuk kebaikan kita, karena Allah sama sekali tidak di untungkan apakah kita beribadah atau tidak. Mengapa kita bermain untung rugi dengan Allah? Bukankah dalam memberikan nikmat-Nya Allah tidak pernah memperhitungkan apakah kita percaya atau tidak?.

Paradigma 3 : Perasaan Cinta
Bagi saya inilah paradigma tertinggi dalam beribadah. Orang yang menganut paradigma ini tidaklah terlalu peduli dengan ganjaran yang akan di terima. Bagi mereka, kenikmatan utama justru di dapatkan dari melakukan perbuatan itu sendiri.
Mengerjakan sholat bukanlah karena takut masuk neraka atau ingin mendapatkan surga. Akan tetapi mengerjakan sholat karena sholat itu mendatangkan kenikmatan yang luar biasa besar. Sholat adalah sebuah kegiatan yang sungguh menyegarkan. Dengan sholat kita bisa memulihkan energy dan akan mengingatkan kita “kemana kita akan pergi?”.
Namun yang lebih dari itu semua adalah kenikmatan tertinggi yang kita rasakan saat kita “berjumpa” dan berdialog dengan-Nya. Sholat merupakan perlambang dari pertemuan dengan kekasih kita Allah SWT. Dalam pertemuan semacam itu perhitungan untung rugi menjadi tidak penting. Inilah yang di sebut cinta. Dalam cinta, orang tidak memperhitungkan apakah yang akan ia berikan seimbang dengan apa yang akan di terima. Bahkan dalam cinta, memberi mengandung kenikmatan yang luar biasa.

Incoming search terms for the article:

No responses yet

Aug 26 2009

Prinsip Stop Dreaming Start Action

Published by Kolomonggo under Opini

Sekali lagi perlu di tanamkan pentingnya prinsip stop dreaming start action dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengapa hal ini perlu saya ulas kembali karena mengingatkan pada pengalaman sejarah bangsa kita untuk berani melepaskan diri dari belenggu penjajahan. (bukannya sok jadi sejarawan loh ya). Sekedar mengikuti saran kawan kita Mas Joko Susilo bahwa blogging bisa sebagai obat stres.

Seperti kita tahu bahwa bangsa kita dijajah selama 350 tahun (rekor bo!). Dan selama masa penjajahan saya yakin pasti banyak anak bangsa yang mempunyai impian untuk merasakan bagaimana seandainya kalau bangsa ini merdeka ya?? but just dreaming aja karena belon tahu caranya bagaimana untuk bisa menggapai ataupun mewujudkan impian.

Sampai suatu ketika muncul pemikiran apabila ingin merdeka akan lebih mudah dicapai kalau bangsa ini bersatu terlebih dahulu. Dalam arti keinginan untuk merdeka di kumandangkan ke seluruh Indonesia dari Sumatera sampai Irian Jaya (kalau gak salah gitulah awalnya!)

Nah, Keinginan untuk bersatu dan merdeka inilah mulai terbukti bahwa anak bangsa telah stop dreaming start action agar bisa mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Di awali dari bertemunya para pemuda perwakilan dari beberapa pulau (jong celebes, jong java, dll) kemudian membuat dan merumuskan visi maupun misi agar dapat dipakai untuk mempersatukan aneka budaya maupun suku yang ada di seluruh Indonesia.

Start Action sebetulnya mulai tampak dengan munculnya perang frontal melawan penjajah di beberapa tempat. Mulai dari Sumatera, Jawa sampai Maluku. Akan tetapi kurang berhasil karena waktunya tidak bersamaan dan demi kepentingan sendiri-sendiri.

Dengan berkali-kali pertemuan untuk mencari moment yang tepat serta di barengi dengan adanya perang frontal secara hampir bersamaan di seluruh negeri, maka mulai tampak membuahkan hasil apa yang di impikan oleh seluruh anak bangsa yaitu tanda-tanda menuju kemerdekaan semakin dekat.

Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 di proklamasikan ke seluruh dunia bahwa Indonesia telah Merdeka.

Merdeka!! Merdeka!! Merdeka!!

Demikianlah kira-kira teriakan para pelaku sejarah bangsa Indonesia tercinta dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Dari cerita di atas dapat kita lihat pengaruh prinsip stop dreaming start action amat sangat besar dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sayangnya untuk merdeka kita membutuhkan waktu 350 tahun untuk berani start action.

No responses yet

Aug 22 2009

Tetap Sehat dan Bugar Saat Puasa

Published by Kolomonggo under Tips

Menjalankan ibadah puasa adalah merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam. Selain nilai ibadah, dilihat dari sisi kesehatan tersimpan banyak manfaat. Banyak sudah bukti ilmiah yang menyebutkan manfaat puasa. Jadi inilah saat yang tepat bagi anda yang ingin mendapatkan pahala puasa sekaligus tubuh sehat.

Pada saat berpuasa, bahan makanan enghasil energy utama seperti karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan protein yang masuk ke tubuh kita tidaklah sebanyak hari-hari biasa. Untuk itu ada kiat-kiat khusus agar tubuh tetap segar dan fit selama berpuasa.

1.Selalu mengkonsumsi makanan bergizi dan berserat baik pada saat sahur ataupun berbuka. Walaupun menunya sederhana, yang penting mengandung lima unsure gizi lengkap (protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral) dan juga sayur ataupun buah. Tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makan yang mengandung serat.

2.Banyak minum air putih pada malam hari. Hal ini sangat penting untuk mencegah dehidrasi, karena pada siang hari cenderung melakukan aktivitas yang banyak mengeluarkan keringat.

3.Awali buka puasa dengan makanan atau minuman hangat dan manis. Jangan langsung minum air dingin atau es saat berbuka. Perut yang kosong bisa menjadi kembung karena asam lambung akan terbentuk semakin banyak. Hindari minuman yang mengandung soda karena dapat menimbulkan akibat buruk pada perut.

4.Berbuka puasa hendaklah di lakukan secara bertahap, tidak terburu-buru dan mengunyah makanan dengan baik agar lambung tidak kaget. Dengan demikian kerja lambung tidak terlalu berat.

5.Bagi penderita sakit lambung, makanan yang sebaiknya di hindari adalah ketan, mie,daging yang di awetkanatau yang berlemak, ikan, sayuran mentah dan berserat, minuman yang mengandung soda dan bumbu yang tajam (cabaI, cuka dan asam). Jenis makanan di atas bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatnya produksi asam lambung.

Incoming search terms for the article:

No responses yet

Aug 18 2009

Merenungkan Makna Kepemilikan VS Stop Dreaming Start Action

Published by Kolomonggo under Opini

Pemahaman arti pentingnya  Stop Dreaming Start Action bagi kehidupan melalui analogi cerita pengalaman masa kecil di kampung.

Sewaktu kecil, guru saya sering mendongeng tentang kehebatan Nabi Sulaiman yang mampu berbicara dengan hewan dan tumbuhan. Setiap Nabi Sulaiman masuk kebun, tutur pak guru, pepohonan pada mengucapkan salam dan memperkenalkan diri. “Nabi Sulaiman, saya pohon apel. Lihat di tubuhku bergelantungan buah apel yang manis-manis. Saya sangat gembira kalau Nabi Sulaiman sudi memetik dan memakannya, atau di bagikan kepada teman dan keluarga. Aku di ciptakan Allah untuk melayani manusia”. Demikian kata pohon apel. Begitu juga dengan pohon-pohon yang lain.

Cerita tadi begitu membekas di hati saya. Bahwa manusia merupakan puncak ciptaan Allah. Dan alam semesta ini di tundukkan untuknya sehingga manusia di beri gelar khalifatullah atau mandataris Allah di muka bumi. Hanya saja perlu di ingat, bahwa sebagai seorang mandataris harus sejalan dengan yang member mandate. Tidak boleh menghianati, tidak boleh keluar dari pedoman pokok yang di gariskan oleh Allah.

Pepohonan tadi merasa dirinya berharga dan telah melaksanakan tugas dengan baik justru di saat bisa memberikan prestasi puncaknya pada orang lain. Sikap dan orientasi member serta melayani (giving and serving oriented) merupakan sumber kebahagiaan dan puncak prestasi kehidupan. Begitu juga dengan kehidupan manusia. Orang tua merasa sukses ketika bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Kehidupan manusia seharusnya meniru kehidupan dunia tumbuh-tumbuhan. Bahwa sesungguhnya apapun yang kita miliki belum punya makna kalau belum mendatangkan manfaat bagi orang lain untuk sama-sama menegakkan kalimah Allah.

Seperti kita ketahui bahwa dengan semakin majunya jaman, terjadi pergeseran norma-norma dalam masyarakat. Dimana sering kita dengar selama ini apabila kita melakukan sesuatu harus berdasarkan win win solution ataupun berdasarkan take and give. Akan tetapi kondisi sekarang menuntut lebih dari itu. Kita harus memberi apa yang kita bisa atau apa yang kita punya terlebih dahulu baru berharap menuai kebaikan yang pernah kita lakukan. Seperti yang di lakukan oleh pohon apel di atas. Artinya, kita harus Stop Dreaming mengharapkan durian runtuh atau belas kasihan orang lain ataupun bergantung kepada nasib. Akan tetapi kita harus segera Start Action untuk berkarya. Prinsip Stop Dreaming Strat Action harus di tanamkan mulai sekarang agar dapat mencapai apa yang kita inginkan. Lebih baik melangkah walaupun setahap demi satahap dari pada tidak melangkah sama sekali.

Sebagai ilustrasi, suatu hari ada seorang Ayah bertanya pada anaknya. “Kalau di tangan saya ada uang Rp.10 ribu, lalu saya sedekahkan Rp.4 ribu, berapa sisa uang Ayah?”. Anaknya menjawab, “Masih Rp. 6 ribu,” kata anaknya. “Salah” sahut sang Ayah. Yang benar uang Ayah masih Rp. 4 ribu, karena apa yang saya sedekahkan itulah yang sudah pasti tercatat sebagai amal shaleh. Sedangkan sisanya masih belum pasti. Demikianlah, dialog diatas memberikan pelajaran sangat berharga. Bahwa apa yang kita miliki adalah apa yang sudah kita belanjakan di jalan kebaikan. Bukannya apa atau berapa yang kita simpan.

Dari ilustrasi di atas makin jelas pentingnya Stop Dreaming Start Action. Jangan cuma bermimpi untuk mendapatkan nikmat dari Allah tanpa kita melakukan kebaikan. Nah, Tentukan Target Anda Sekarang seperti yang di ulas dalam artikel kawan kita Joko Susilo yang sudah terbukti menuai hasil dari apa yang sudah di berikan untuk orang lain.

Rasullullah mengajarkan agar seseorang ketika meninggal hendaknya mewariskan :

  • Ilmu yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
  • Harta kekayaan yang di belanjakan untuk kesejahteraan umat.
  • Anak yang shaleh.

Ketiga warisan itulah yang membuat seseorang kaya, sekalipun orang tersebut sudah meninggal. Kaya disini artinya produktivitas dan kemakmuran yang tetap memberikan pahala atau deviden kebajikan sekalipun seseorang telah dinyatakan almarhum.

Sekali lagi tanamkan prinsip Stop Dreaming Start Action mulai dari sekarang.

Incoming search terms for the article:

No responses yet

Aug 08 2009

Apakah Fast Food Berbahaya?

Published by Kolomonggo under Kesehatan

Salah satu gaya hidup masyarakat modern adalah mencari segala sesuatu yang praktis dan cepat. Termasuk dalam hal memilih makanan. Tidak heran bila sebagian besar orang kota begitu menyukai makanan cepat saji seperti fastfood. Selain cepat untuk disantap, fastfood relative murah dan rasanya beragam. Hidangan fastfood antara lain seperti Hot dogs, Seafood, Pizza, Salad dan Roasted chicken.

Selain jenis makanan yang memiliki beraneka macam rasa, tempat makan juga menarik. Bahkan beberapa restoran fastfood di disain sedemikian rupa agar menjadi tempat berkumpul keluarga. Beberapa di antaranya di sediakan arena bermain anak untuk menambah daya tarik.

Sehatkah?

Banyak perdebatan tentang kesehatan berkaitan dengan konsumsi fastfood. Karena dari hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak gangguan kesehatan muncul akibat karena terlalu banyak mengkonsumsi fastfood.

Jika dilihat dari kandungan nutrisinya, makanan jenis fastfood memiliki kadar garam, kalori, lemak dan kolesterol yang tinggi. Bahkan makanan ini sangat minim seratnya. Makanan yang tinggi kalori nya dapat menyebabkan obesitas. Konsumsi tinggi lemak beresiko terkena sakit jantung , stroke, diabetes serta kanker terutama kanker payudara dan kanker usus besar.

Kadar garam dalam makanan memang bermanfaat untuk menggantikan jumlah gizi yang di keluarkan tubuh bersamaan dengan keringan, tinja dan air kencing. Namun apabila konsumsi garam terlalu banyak, ternyata dapat menyebabkan penyakit darah tinggi. Makanan yang kekurangan serat dapat menggangu fungsi pencernaan. Jika di lihat dari sisi kesehatan, seseorang yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan fastfood beresiko tinggi terkena penyakit yang di sebutkan diatas.

Bagaimana cara men siasati?

Bagi yang suka fastfood harus mengimbangi dengan pola makan lain yang sehat. Misalnya dengan memperbanyak sayuran dan buah-buahan untuk mengganti kadar serat yang minim. Makanan berserat juga terbukti menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.

Agar tetap sehat, fastfood janagn di jadikan sebagai kebiasaan rutin. Dan untuk menurunkan kelebihan kalori, harus diimbangi dengan olah raga. Merubah pola hidup dengan kebiasaan menjaga kesehatan sedini mungkin adalah cara bijaksana untuk tetap prima di usia lanjut.

Incoming search terms for the article:

No responses yet

Jul 16 2009

Tanaman Keladi Tikus untuk Kanker

Published by Kolomonggo under Kesehatan

NewsImage.ashxKebetulan saya mendapat artikel ini dari sebuah milis. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Kanker semoga tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman “KELADI TIKUS” (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.

Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. “Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,” kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia.

Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.

Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.

“Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,” jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. “Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut,” ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah took obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.

Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.

Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. “Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat,” lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut.

Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. “Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta,” kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. “Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami,” lanjut Patoppoi.

Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan
pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali. Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternative.

Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,” sambung Patoppoi.

Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. “Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,” ujar Boni.

Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. “Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini,” lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.

Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lag dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia, yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta, telp. 021-4894745, dan di Buduran, Sidoarjo.

Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis. Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan.

Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel “Obat Kanker” bisa menghubungi perwakilan lembaga social “Cancer Care Indonesia” beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta, telp : 021-4894745

Semoga pengobatan dengan tanaman obat dapat bermanfaat bagi para penderita kanker. Saya sendiri tidak tahu persis dari kebenaran informasi ini, bagi yang sudah pernah mencoba ataupun ingin mengechek informasinya silahkan saja menghubungi nomor di atas.

Incoming search terms for the article:

No responses yet

Jul 12 2009

Perfeksionis

Published by Kolomonggo under Tips

Perfeksionis di satu sisi dapat membantu meningkatkan kualitas hasil pekerjaan, namun di sisi lain dapat menyakiti diri sendiri. Ada dua tipe Perfeksionis yaitu :

1. Perfeksionis berpusat kedalam

Ketika seseorang menemukan kesalahan yang tidak dapat diterima, dia menjadi cemas, gelisah, menarik diri dan susah tidur. Dia tidak bisa memaafkan dirinya, sebab di dalam pikirannya ia berkata: “Jika kesalahan itu di lakukan oleh orang lain , itu tidak masalah. “

2. Perfeksionis yang berpusat keluar

Orang tipe ini biasanya tidak merasa ada masalah dengan dirinya, tetapi ia sering di kecewakan dan terhalang dengan orang lain. Bagi orang seperti ini, setiap hari selalu ada keluhan yang baru. Keinginan akan kesempurnaan menyebabkan dia bermasalah ketika berhubungan dengan orang lain. Karena ia sering gagal memperoleh apa yang di harapkannya karena terhalang oleh orang lain.

Bagaimana melepaskan belenggu perfeksionis?

·No body’s Perfect

  • Di dunia ini tidak ada seorangpun atau segala sesuatu yang sempurna . Jangan mengejar kesempurnaan. Do the best! Kerjakan segala sesuatunya lebih baik lagi.

Maafkan kesalahan diri sendiri dan orang lain

  • Bila melakukan kesalahan, maafkanlah. Akan tetapi terus berusaha untuk memperbaikinya. Maju terus, jangan terpaku pada kesalahan masa lalu. Terhadap orang lain, harus lebih toleran dan mau memaafkan kesalahannya. Menyadari bahwa semua orang bisa membuat kesalahan.

Menghargai diri sendiri

  • Menghargai kebaikan yang anda lakukan. Meskipun hanya sedikit usaha anda, jangan meremehkan. Jangan menyesali kekurangan yang ada.

Jangan membebani diri sendiri terlalu berat

  • Tetapkan target yang sesuai dengan kemampuan. Jangan mem-push diri anda terlalu kuat.

Bergaulah dengan orang yang bermental positif

  • Cara pandang anda di pengaruhi oleh cara pandang lingkungan dan teman anda. Bergaulah dengan orang-orang yang memiliki pikiran positif agar cara berpikir anda yang terlalu perfeksionis menjadi terkikis.

Bersikap realistis

  • Bersikap realistis dalam memandang masa kini dan masa depan. Hadapi kenyataan dengan apa adanya.

Incoming search terms for the article:

One response so far

Jul 06 2009

Stop Dreaming Start Action

Published by Kolomonggo under Opini

Saya ingin mencoba memberanikan diri untuk mengupas makna Stop Dreaming Start Action dalam konteks ibadah. Agar dapat selalu memacu diri saya sendiri untuk menjadi lebih baik dan dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita di hadapkan dengan berbagai macam permasalahan dan keinginan yang tidak semuanya dapat segera di selesaikan. Ada kalanya permasalahan ataupun keinginan yang muncul membutuhkan perencanaan yang matang untuk penyelesaian jangka panjang. Ada juga yang rasanya kita sendiri merasa tidak mampu untuk menyelesaikan atau merealisasikan dan membutuhkan bantuan orang lain.

Semua permasalahan yang muncul sebetulnya pasti ada jalan keluarnya. Tinggal seberapa cepat dan seberapa sabar kita mampu menyelesaikan masalah yang ada. Artinya permasalahan yang kita hadapi tidak boleh membuat kita putus asa, sebaliknya jadikanlah masalah tersebut sebagai tantangan agar kita selalu termotivasi untuk segera menyelesaikannya.

Begitu juga dengan keinginan kita. Untuk merealisasikan apa yang kita inginkan, kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh dan tidak kenal putus asa. Memang pada awalnya kadang keinginan muncul hanya sekedar angan-angan atau Dreaming saja. Akan tetapi kalau kita tidak ada Action, maka angan-angan akan tetap menjadi angan-angan tanpa bisa menjadi kenyataan.

Tanpa mendahului kehandak Yang Maha Kuasa, apapun yang kita inginkan tidak akan bisa terwujud tanpa seijin Nya. (Manusia wajib berusaha akan tetapi Allah yang Menentukan). Menyimak kata-kata tersebut artinya kita wajib berusaha atau melakukan Action tidak hanya Dreaming tanpa lupa untuk berdoa agar apa yang kita inginkan dapat terwujud.

Nah, sekarang yang harus kita tanamkan dalam diri kita adalah Stop Dreaming Start Action. Mengapa saya katakan demikian, karena itulah realita yang harus di jalankan apabila kita ingin sukses dalam segala hal. Buang jauh-jauh sifat malas apalagi hanya menunggu datangnya keajaiban.

Memang semua usaha tidak selalu langsung membuahkan hasil seperti yang kita inginkan, akan tetapi kita harus positif thinking dalam menghadapi kegagalan. Jadikanlah kegagalan sebagai suatu pengalaman untuk menuju keberhasilan. Sepertinya hal ini mudah di ucapkan akan tetapi sulit untuk di laksanakan. Karena secara psikologis orang cenderung down mentalnya saat menghadapi kegagalan. Apalagi kegagalan ini datang pada kondisi kita merasa sudah all out mencurahkan segala kemampuan. Akan semakin terasa berat kita menerima kegagalan.

Oleh karena itu prinsip Stop Dreaming Start Action perlu kita pegang teguh untuk menetapkan hati kita agar tetap semangat saat menerima kegagalan. Perlu anda ketahui bahwa keberhasilan tidak selalu di ukur dengan parameter finansial. Karena dalam salah satu artikel yang di tulis oleh Joko Susilo di bahas tentang “Di saat uang sudah bukan segalanya lagi”. Memang uang bukan segalanya, ada banyak hal untuk mengukur sebuah keberhasilan. Salah satunya adalah kebahagian. Ya, kebahagian adalah sebuah nilai yang tidak dapat di ukur dengan uang. Banyak sudah kita membaca atau mendengar cerita, ada seseorang dengan harta yang berlimpah akan tetapi masih mencari arti sebuah kebahagiaan.

Kesimpulan dari semua ini adalah kita harus Stop Dreaming Start Action agar segala permasalahan yang kita hadapi dapat terselesaikan dan keinginan kita dapat segera terwujud. Dan jangan lupa, kita sebagai orang yang beriman untuk selalu berdoa kepada Allah. Karena telah disebutkan dalam firman Allah “Tidak akan mungkin sehelai daun kering jatuh di malam hari tanpa seijinKU, dan tidak akan mungkin sebutir debu beterbangan di siang hari tanpa seijinKU”.

Incoming search terms for the article:

No responses yet

Jun 26 2009

Ilmu Pengetahuan Modern Mengungkap Kebenaran Al Qur’an

Published by Kolomonggo under Religius

gunung.picture

gunung-bergerak-laksana-awan

Gunung Bergerak Laksana Awan

Jika ilmu pengetahuan modern pada awal abad ke-20 baru mengungkapkan adanya pergerakan gunung, Al Qur’an telah menginformasikannya 14 abad sebelumnya.

Gunung-gunung menurut ilmu pengetahuan modern ternyata tidak diam. Mereka bergerak dan terus bergerak. Pergerakan gunung-gunung itu di sebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berpijak. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pergerakan kerak bumi ini baru di temukan pada awal abad ke-20 sebagai hasil dari serangkaian penelitian geologi.

Menurut para ilmuwan, kerak dan bagian terluar magma dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagia atas lapisan-lapisan yang di sebut lempengan. Lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi dengan membawa serta benua dan dasar lautan. Setelah dilakukan pengukuran, ternyata pergerakan benua ini berkecepatan 1-5 cm per tahun.

Lempengan-lempengan tersebut terus menerus bergerak dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara luas wilayah daratan dan lautan di bumi. Setiap tahunnya, misal, Samudra Atlantik akan menjadi sedikit lebih lebar. Subhanallah!

Jika ilmu pengetahuan modern baru pada awal abad ke-20 mengungkapkan teori pergerakan gunung-gunung, sebaliknya Al Qur’an telah menginformasikannya 14 abad sebelumnya. Firman Allah : “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (An Naml 88).

Dalam ayat tersebut diatas, Allah menyatakan tentang pergerakan gunung sebagaimana pergerakan awan yang mengapung di angkasa. Sedangkan para ilmuwan kontemporer modern untuk pergerakan ini juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” . Subhanallah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.

Incoming search terms for the article:

No responses yet